Bahasa Kasih Anak

Berikut ini adalah kajian dr. Aisah Dahlan yang disiarkan langsung via youtube di channel draisahdahlan. Saya menuliskannya dan menyertakan screenshoot tayangannya. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Bahasa kasih sayang (cinta) adalah cara yang digunakan seseorang untuk mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta di dalam dirinya kepada orang lain. Kadang-kadang kita punya anak. Anak itu sebenarnya anak cinta sama ortunya tapi cara mengungkapkannya beda dengan kebiasaan mengungkapkan cinta orangtuanya, karena setiap orang bahasa kasih sayang yang utama adalah beda-beda. Maka itu perlu kita pelajari. Apa itu sebenarnya. Apa saja jenis bahasa kasih sayang.

 Oleh Bapak Adi Gunawan CCh, beliau mengemukakan teori baterai kasih sayang. Menurut Pak Adi, di dalam diri manusia ada baterai kasih sayang. Rasa aman seseorang berbanding lurus dengan isi baterai kasihnya. Artinya, kalau seorang anak bila beterainya kosong maka dia merasa tidak aman di keluarga itu, tidak aman bersama orang tuanya. Kita harus tahu bagaimana men-charge baterainya dan harus tahu juga jenis-jenis baterai kasih anak-anak kita. Bisa jadi baterainya sama ada 5 tapi urutannya berbeda-beda.

Sifat baterai kasih: harus diisi setiap hari. Penyimpangan perilaku adalah indikasi isi baterai sudah mencapai batas kritis minimal. Kalau ada anak yang nangis, tantrum atau ngambek atau macam-macam perilakunya yang kita anggap tidak benar, berarti baterinya batas kritis minimal atau jangan-jangan sudah lowbad. Ini perlu kita pahami, anak-anak yang terjadi penyimpangan, seperti narkoba, lgbt, tawuran, bully ternyata baterai lama tidak dicharge oleh ortunya sehingga kosong dan terjadi penyimpangan perilaku

Bagaimana cara charge baterai kasih? Charge baterai kasih sayang dengan bahasa kasih sayang. Apa saja bahasa kasih sayang? Bahasa kasih sayang ada 5

  1. Kata-kata pendukung/pujian
  2. Waktu berkualitas bersama
  3. Sentuhan fisik
  4. Pelayanan
  5. Menerima hadiah

Baterai kasih bayi usia 3 tahun diisi setiap hari

Ini adalah 5 jenis bahasa kasih sayang untuk mencharge bahasa kasih sayang dalam diri seorang anak. Orangtua juga ada, next time bahas bahasa kasih pasangan hidup.

Lima-limanya kita senang karena 5 jenis, namun ada perbedaan:

Analoginya: Umpamanya di otak ada 5 baterai harus dicharge dengan 5 bahasa kasih sayang, kalau baterai penuh energi listriknya jalan lewat sistem saraf di tulang belakang. Bila baterai di otak penuh anak dengan ringan dan semangat melakukan apa yang kita minta atau dia sukai. Kalau orang baterainya lowbad tidak ada energi, sulit melakukannya, karena tidak ada energy.

Banyak ibu tanya bagaimana agar anak mau melakukan yang kita perintahkan, mau patuh apa yang saya arahkan? Dijawab oleh bu Aisah: belajar bahasa kasih.

Ada ibu yang konsultasi, saya tanya “Ibu betul sayang sama anaknya?” “betul bu aisah” kemudian dipanggil anaknya “kamu merasa nggak ibumu atau bapakmu sayang sama kamu.” Dia bilang “nggak”.

Baterai kasih yang tidak discharge pada diri anak, sehingga dia lowbad, dia tidak merasakan getaran energi dalam dirinya. Ada beberapa konsep mengatakan tangki kasih. Tangki kasih kosong dia merasa nggak aman nggak nyaman dan itu bahaya, akhirnya menyimpang.

BEKAL PENGANTIN BARU (Bagian 1)

Berikut ini ada kajian online oleh Ustadz Awan Abdullah, Ustadz Awan adalah pendiri sekaligus pengelola Rumah Taaruf Taman Surga (RTTS) yang berlokasi di Yogya. Berikut ini saya ketik kuliah beliau tentnag bekal pengatin baru. Selamat menyimak.

Bekal Pengantin Baru:

  1. Suamimu bukan ayahmu.

Mohon maaf ini bagi yang tidak yatim, seperti apapun kerennya ayah kita, maka ingat suami bukan ayah. Jangan pernah disamakan, dibandingkan, apalagi bandingkan ayah dengan suami sekarang.

Ayah sudah berpengalaman, ayah sudah ditempa, suami belum ditempa apa-apa. Kualitasnya berbeda karena lahir dari rahim yang berbeda, akalnya berbeda, literasi kajiannya berbeda, bacaan berbeda. Jangan disamakan, masa lalu dan jaman sekarang berbeda. Dulu tidak ada medsos sekarang jaman-jamannya medsos. Jangan bandingkan suami dengan ayah, pasti kita jadi kurang bersyukur. Jangan bandingkan “Aku kecewa, suamiku tidak sebaik ayahku”. Suatu saat di akan lebih baik dari ayah kita, banyak kekecewaan karena pembandingnya ayah.

Jangan kita samakan prinsip rumah tangga kita diterapkan di rumah tangga kita, nanti akan terbentuk prinsip baru hasil negoisasi kita dengan suami/istri kita. Prinsip masa dulu adalah idealisme dan prinsip kita. Yang baik boleh diambil yang tidak cocok tidak perlu diterapkan, prinsip baik belum tentu cocok dengan rumah tangga kita, tidak harus meniru prinsip manajemen rumah. Ini juga prinsip istrimu bukan ibumu, kita punya rumah tangga baru, prinsip baru style yang baru jangan meniru keluarga besar, kasihan suami karena istri banding-bandingkan, yangg kita hadapi adalah yang kita pilih, selesai. Suamimu bukan ayahmu.

2.Ketika awal berumah tangga masalah kadang muncul dan itu wajar, diuji oleh Allah dan Allah akan mendewasakan kita. Kalau menghadapi masalah seberat apapun jangan berpikir buru-buru bercerai, jangan berpikir balikan sama mantan, jangan bandingkan pasangan kita dengan mantan. Jangan berkata andaikan saya dulu milih sama di sia tidak sama si ini.

Rasul melarang orang berandai-andai, andai bergini andai begitu niscaya tidak akan terjadi ini tidak akan terjadi itu. Kalau terjadi sesuatu kata Rasulullah katakanlah qodarullah wamasya’afa’ala. Jangan pernah buru-buru berpikir cerai atau balikan dengan mantan pacar atau mantan taaruf apabila terjadi konflik dengan pasangan.

Pertama setan sudah gagal karena kalian menikah. Hancur setan karena antum antunna berhasil nikah akhirnya setan dipukul mundur. Dengan menikah, maka setan gagal  membuat mereka berbuat dosa. Setan belum kapok. Langkah mereka adalah menceraikan supaya kembali lagi pacaran. Jangan buru-buru cerai karena itu cita cita utama setan. Setan menggoda lagi anak Adam.

Dalam suatu riwayat dikatakan sekelompok setan berkumpul. Setan melapor ke iblis dan mengatakan “aku telah membuat anak adam berzina, aku telah membuat anak adam berjudi” lalu jawab iblis “kalian tidak ada apa-apanya” Lalu ada setan datang dan mengatakan kepada iblis “ aku telah menceraikan suami dengan istrinya”. Lalu kata iblis “come here, mendekatlah” ni’ma anta, engkaulah sebaik-baik setan. Setan pensiun dan dapat kehormatan/award kalau manceraikan suami dengan istrinya. Kalau kalian berpikir untuk bercerai maka telah memberi reward kepada setan.

Perceraian yang dimaksud dalam hadist ini adalah perceraian sababun naas. Tapi kalau sebab syari’ah yang diperintahkan Allah untuk bercerai maka harus bercerai, contoh ketahuan saudara sepersusuan, harus cerai, atau ketahuan mahrom, saudara nasab atau murtad, itu wajar bercerai. Yang dimaksdu adalah sababunnaas, sebab kemanusiaan, karena akhlak manusia yang buruk misal beda prinsip, selingkuh, kurang sabar, kurang syukur, hadirnya pihak ke-3, kurang bertaqwa. Hal itulah yang disukai oleh para setan dan para iblis.

Orang-orang yang Berjasa bagi Ibu Rumah Tangga (bagian 2)

Assalamu’alaikum

Teman-teman, kita lanjutkan ya 3 poin berikutnya tentang orang-orang yang berjasa bagi ibu rumah tangga:

3. Penjual di Toko Kelontong

Tidak semua kebutuhan dapur bisa didapatkan di penjual sayur. Kalau tidak ditemukan di penjual sayur, maka saatnya lari ke toko kelontong. Bumbu instan, tepung, bumbu bubuk, dan banyak lagi, kadang tidak ada di penjual sayur. Kalau kebutuhan itu dibeli bulanan, maka bisa agak tenang, tapi kalau kebutuhan dibelinya harian, maka toko kelontong bakal sering jadi ampiran (tempat mampir).

Ya, mungkin ada ibu rumah tangga yang jarang ke toko kelontongn, karena belajanya sebulan sekali di supermarket. Ibu lain juga pasti ada yang membeli eceran di toko kelontong. Nah, saya termasuk yang mebeli eceran di toko kolontong, meski kadang juga beli di supermarket.

Kehadiran para penjual toko kelontong ini sangat membantu para ibu rumah tangga. Kebutuhan sembako dan kebutuhan harian yang tak bisa ditunda bisa kami dapatkan. Mulai dari keperluan yang berwujud padat seperti sabun, berwujud cair seperti minyak dan shampoo, dan gas seperti semprotan anti nyamuk.

Memang itulah kenyataan dari kebutuhan rumah. Penjual di toko kelontong, terima kasih telah membuka toko kalian dan menjaga dari pagi hingga petang.

4. Laundry

Mungkin tidak semua ibu membutuhkan tukang laundry, terutama yang memiliki mesin cuci. Bagi saya, laundry masih saya butuhkan, karena tidak ada mesin cuci di rumah. Mencuci biasanya dengan tangan sendiri saja. Untuk setrika masih butuh bantuan tukang laundry.  Terima kasih petugas laundry. Setidaknya dengan jasa kalian, pekerjaaan rumah sedikit terkurangi. Bisa dialokasikan waktu untuk bersih-berish, masak atau yang lainnya.

Atas jasa petuga laundry, baju setrikaan tinggal dimasukkan leamri. Pergi dalam keadaan belum rapi, pulang berubah jadi rapi dan wangi. Tinggal disobek (plastiknya), ditata, lalu dimasukkan ke lemari. Harumnya semerbak sampai beberapa hari.

Tetap semangat petugas laundry, semoga usaha laundry semakin jaya.

5. Pedagang Asongan yang Lewat di Depan Rumah

Apapun jenis asongannya: krupuk, makanan matang, kue, bakpao, gethuk, putu, es, jagung manis, bakso, pentol, tahu, tempe, buah, dan masih banyak lagi. Jika kaki enggan melangkah ke luar umah, maka lewatnya mereka sunnguh membawa berkah. Tinggal memanggil, mereka siap mendekat. Hehe. Lalu mereka sajikan dagangan terbaiknya. Apalagi saat hari hujan, dan kita sedang membutuhkan. Bak pucuk dicinta ulampun tiba. Tak perlu ke resor mahal untuk bisa merasakannya. Kalau di depan rumah sudah lewat penjaja makanan. Rumah pun serasa resor di Pulau Dewata.

Maksudnya, kadang saya membayangkan enak sekali orang di hotel atau tempat wisata mewah, tinggal duduk dan teriak langsung diambilkan makanan oleh petugasnya. Namun itu tidak hanya bisa dinikmati di tempat wisata atau resor mewah saja. Jika di depan rumah sering lalu lalang padagang asongan yang membawa kebutuhan rumah, sama saja nikmatnya dengan tinggal di resor-resor itu.

Terima kasih kepada pedagang asongan yang setia melewati rumah kami setiap hari. Memang tidak setiap waktu kita membutuhkannya. Namun saat kami meumbuthkan dan pas kalian lewat, itu sangat membantu kami. Tetap semangat berjualan ya.

Di zaman sekarang sebenarnya bisa dikembangkan poin-poin yang sudah saya tuliskan ini. Sekarang semua bisa dipenuhi dengan delivey order atau  melalui go food lewat aplikasi gojek atau grab. Bahkan, kehadiran para orang-orang di poin 2, 3, dan 5 bisa digantikan oleh aplikasi ini. Memang dengan kecanggihan zama, ibu rumah tangga menjadi lebih banyak terbantu.

Alhamdulillah, cukup 5 poin ya. Semoga bisa membawa manfaat dan kebaikan. Mohon maaf jika jadi banyak curhatan, awalnya sih niat mendata orang-orang yang berjasa bagi ibu rumah tangga. Ternyata, tulsian ini mengalir begitu saja. Pasti bayak pengalaman di setiap tingkatan kehidupan. Saat masih anak-anak, beranjak remaja, dewasa dan akhirnya berumah tangga, semua ada keunikannya sendiri. Yang jelas, hidup ini terus berkembang dan terus belajar. Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita. Mohon maaf atas segala kesalahan.

Wassalamu’alaikum

Orang-orang yang Berjasa bagi Ibu Rumah Tangga

Assalamu’alaikum.

Selamat pagi, teman-teman. Kali ini saya mau cerita lagi ya.

Pagi ini ceritanya saya sempat ke teras untuk membeli tempe. Pada saat itu pula, saya melihat tong sampah di depan rumah sudah bersih. Tentu baru saja diambil oleh petugas sampah. Tiba-tiba ada rasa lega dan senang. Rasa senang itu muncul hanya karena melihat tong sampah yang kosong. Rasa senang ini tidak pernah muncul sedemikian dominan sebelum saya mengemban amanah ini. Oh ya, memang saya belum menjadi ibu rumah tangga. Sejak ibu berpulang ke hadirat-Nya dan saya menjadi wanita satu-satunya di rumah, maka mau tak mau harus mengemban amanah itu.

Saat ada ibu, pikiran ini seakan-akan hanya untuk diri sendiri. Lebih banyak mengejar kesenangan sendiri, yang penting happy. Kini sudah berbeda, rasa senang tidak melulu harus karena diri ini puas melakukan yang diingini. Akhir-akhir ini barulah saya menyadari. Bahwa ada orang-orang yang bukan anggota keluarga kita, tapi berjasa besar bagi keluarga kita. Mungkin tak semua menyadarinya. Tapi izinkanlah saya menuliskan sedikit tentang orang-orang yang berjasa bagi ibu rumah tangga. Meski setiap ibu rumah tangga memiliki cerita yang berbeda.

Inilah orang-orang yang berjasa bagi ibu rumah tangga:

  1. Petugas Sampah

Kami tinggal di komplek perumahan. Kami tidak memiliki kebun belakang, bahkan tak ada taman dan halaman depan. Kami tinggal di perumahan padat pendduk. Dinding beradu dinding. Jendela ruang tamu beradu dengan jalan. Kalau ada kebun belakang, sampah rumah tangga bisa dibuang di sana. Sayangnya, kebun belakang tak ada.

Sampah rumah tangga di perumahan harus diambil oleh petugas sampah. Bagi saya, kehadiran petugas sampah sangat membantu. Bagaimana tidak. Sampah yang menumpuk di dapur harus segera dibuang di tong sampah depan. Jika tidak segera diambil, lalat segera berdatangan, dan akan menelurkan belatung-belatung. Begitu ada belatung, pasti akan menimbulkan keresahan dan bau busuk.

Alhamdulillah, petugas sampah di sini rajin. Beliau mengambil sampah 2-3 hari sekali, biasanya di pagi hari. Itu sangat membantu kami. Begitu leganya saya saaat melihat tong sampah kosong sehabis diangkut oleh petugasnya. Apalagi, petugas sampahnya ramah. Tidak pernah marah-marah jika ada sampah yang tidak sesuai keinginannya.

Petugas sampah ini sengaja saya tulis di urutan pertama. Untuk urutan selanjutnya juga berjasa, namun mereka ada substitusinya. Ada pilihan lainnya jika mereka tidak ada. Tapi untuk petugas sampah ini belum ada penggantinya. Tak tahu bagaimana jadinya bila Beliau mogok kerja. Semangat bekerja ya, Pak. Terima kasih atas jasa-jasa Anda.

Begitulah, hanya suatu hal sederhana. Yang mungkin tidak terpikirkan oleh gadis remaja. Namun bagi ibu rumah tangga, kehadiran dan kerja keras pertugas sampah itu sangat berguna. Semoga sehat selalu pak petugas sampah di komplek kami.

2. Tukang sayur

Ini juga sangat ibu rumah tangga butuhkan. Pagi-pagi belum mandi sudah menyerbu tukang sayur. Baik tukang sayur yang lewat ataupun yang menetap. Cepat-cepat ambil agar ada sarapan untuk disantap. Tidak semu ayang saya inginkan ada di tukang sayur. Saat awal-awal dulu, sempat sering sakit hati juga. Kenapa bahan makanan yang saya butuhkan seirng tidak ada di tukang sayur pagi. Jadi harus menuju tukang sayur menetap yang agak jauh dari rumah.

Tentu saja yang dimaksud di sini bukan hanya sayur saja, tapi juga lauk dan lainnya. Mereka memang tidak menjual sayur saja namun lebih populernya disebut tukang sayur.

Semakin kesini saya jadi menyadari. Lebih baik tidak membuat target di awal. Target mau makan apa menu apa tentu saja penting agar tidak bingung. Tenyata ada yang lebih baik lagi, yaitu bersikap fleksibel. Tenangkan pikiran, merdekakan diri dari ambisi, terima kenyataan. Lihatlah ada apa saja di tukang sayur itu sekiranya ingin dan kira-kira sanggup memasak makanan itu hari ini, langsung ambil. Lalu tukar dengan uang, maksudnya bayar. Itu membuat lebih plong rasanya. Daripada ngotot dengan satu jenis bahan makanan saja.

Ya, itulah cerita saya dan tukang sayur. Tukang sayur ini sangat penting kehadirannya agar dapur tetap ngebul. Tingkat kedua pentingnya tukang sayur adalah untuk memeneuhi gizi. Sebenarnya bisa saja para ibu menyajikan makanan yang penting perut-perut kenyang. Tapi saya yakin ibu pasti tak tega memberikan sembarang asupan. Semua ibu pasti memperhatikan gizi makanan. Meski kadang tidak ada yang memperhatikan. Begitu pula saya, baru kali ini memikirkan gizi sekeluarga. Selama ini, yang penting kenyang sendiri saja.

Apalagi tidak ada kulkas di ramah saya. Bagi ibu-ibu yang tidak punya kulkas di rumahnya, pasti lebih super sibuk lagi dan harus berpikir ekstra. Belanja harus setiap hari. Setelah belanja makanan harus segera dimasak, kalau tidak akan segera kering, busuk atau rusak.

Initnya, pertugas sayur sangatberjasa bagi ibu rumah tangga. Ketidakhadiran mereka membuat saya terpaksa harus keluar rumah dan mencari tukang sayur yang menetap. Kalau mereka hadir, jadi meresa lebih tenang, setidaknya untuk seharian. Terima kasih para tukang sayur yang lewat depan rumah ataupun yang menetap. Semangat terus berjualan ya!

Bagaimana dengan teman-teman? apakah juga merasa bahwa orang-orang tersebut berjasa bagi kehidupan kalian?

Bersambung di tulisan berikutnya ya

“Cara Agar Anak Memperhatikan Ucapan Orangtua” | Ust Salim A Fillah |

Bagaimana cara agar anak lebih memperhatikan ucapan kita misal mengingatkan belajar disiplin, ibadah, dll mengingat usianya masih dini?

Ketika anak masih berusia 0-2 dan 2-7 masa dimana mereka diberi keleluasan berekspresi, diberi keleluasan untuk bermacam hal. Kita memberi contoh bagaimana Rasulullah SAW membiarkan cucu beliau bermain dengan beliau bahkan saat beliau sholat. Sujud jadi lama banget karena Husein naik punggung beliau. Husein tidak disuruh turun, tidak diturunkan oleh Nabi.  Dibiarkan sampai puas, baru bangun dari sujud. Sahabat yang jadi makmum sudah  berpikiran yang bukan-bukan. Fase Usia anak eksplore seluas-luasnya  0-7 tahun.

Nanti 7-10 ini masa yang menurut hadist adalah masa pendisiplinan. Dimulai dari pendisiplinan ibadah, sholat. Bila tidak mau sholat memukul sebagai konsekuensi yang tidak menyakiti, tidak memalukan 7-10 masa pendisiplinan. Mereka dikenalkan dengan aturan-aturan. Mereka dikenalkan dengan sanksi. Mereka dikenalkan dengan konsekuensi kalau memenuhi aturan dapat reward kalau meninggalkan aturan dapat punishment, dll. Jadi memang ada waktunya.

Sebelum usia itu yang ada pengenalan, tidak boleh dipaksakan. Sholat dikenalkan kalau bermain-main berikan toleransi. Kalau anak umur dibawah 7 tahun gangguin orang sholat, yang digangguin maupun yang mengganggu tidak ada yang dosa. Santai aja, memang semua ada waktu-waktunya, semua ada fase-fasenya.

Bukan Tempat Bersandar

Mungkin Allah sengaja menampakkan keterbatasan makhluk-Nya

Agar kita tidak terlalu bersandar pada makhluk-Nya

Karena bukan pada makhluk-Nya tempat bersandar

Hanya Allah sebaik-baik tempat bersandar dan bergantung

Namun Allah Maha Lembut

Allah menampakkan keterbatasan makhluk-Nya pun dengan sangat lembut

Agar kita tak perlu menghujat dan mencela makhluk-Nya

Hasilnya, kita sadar bahwa hanya Allah tempat bersandar dan bergantung

Tanpa perlu kita mengeluhkan dan menyebarkan kelemahan makhluk-Nya

Mojokerto, 08/01/2021

Menulis Untuk Apa

Mungkin sudah waktunya merenungkan

Kalau menulis bukan untuk mengharapkan ridho Tuhan

Lalu kemana akan dimuarakan

Sebelum lebih banyak tulisan disebarkan

Baiknya niat segera diluruskan

Bukankah setiap tulisan

Akan dipertanggungjawabkan

Di hari Pengadilan

Di hari Penimbangan

Yaumul Mizan

Jika menulis hanya ingin menuai pujian atau kepopuleran

Berarti ini masanya memikirkan

Bukankah Tuhan pemilik seindah-indahnya pujian

Cobalah tengok dan perhatikan

Sahabat Nabi Zaid bin Tsabit dan Utsman bin Affan

Dan semuan anggota tim pembukuan Al-Qur’an

Yang mengabdikan diri pada din ini dengan tulisan

Dari pena-pena yang mereka goreskan

Mereka dimuliakan melintasi zaman

Apakah niat mereka ingin mendapatkan ketenaran

Mereka hanya menginginkan kalimat Allah ditegakkan

Dan melanjutkan perjuangan Nabi Sang Panutan

Memang dari sejarah kita bisa ambil pelajaran

Para penulis yang tak mengharapkan sanjungan

Hanya berharap ridho Tuhan

Mojokerto, 13 Januari 2021

Refleksi diri

Sekaligus memikirkan lagi

Penulis mana yang paling layak diteladani

Kalau bukan sahabat Nabi

Mereka penulis kebanggaan ummat ini

Bertaubat atas Doa

Wahai Rabb-ku, aku bertaubat atas doa

Ya, bukan hanya atas dosa

Atas doa yang penuh nafsu

Dan seakan tahu yang terbaik untuk diriku

Bukan malah ikhlas pada takdir-Mu

Aku berusaha mengatur-Mu

Padahal takdirmu itulah yang terbaik untukku

Aku bertaubat atas doa yang memaksa

Seakan aku yang maha kuasa

Dan terus mengulang-ulang doa

Seperti tak ada pilihan lainnya

Rabb-ku, ampuni aku yang sok tau Apa yang terbaik untuk masa depanku

Mungkin aku harus belajar lagi bagaimana ikhlas kepada-Mu

Tapi yang paling penting dari semua ini

Adalah Engkau telah menyadarkanku

Atas insyaf yang telah Kau anugrahi

Padaku

Dan lagi-lagi

Terguran-Mu selalu lebih lembut dari salju

Lebih empuk dari kapuk

Ah, sungguh tak layak aku membandingkan dan mengumpakan kelembutan-Mu

Lagi-lagi harus teringat di benakku

Engkaulah pemilik kelembutan itu

Engkau-lah Sang Maha Lembut itu

Mojokerto, Rabu 13 Januari 2021

Menjelang dhuhur

Tetiba ingin puisi yang dituliskan

Untuk memenuhi sehari satu postingan

Daripada hanya jadi lembaran berserakan

Lebih baik rapi disajikan

Di blog kesayangan

Semoga membawa kemanfaatan

Create your website at WordPress.com
Get started